| Lolong (Ebiet G. Ade) |
|
Jembatan batu di sebelahku diam Pancuran bambu kecil memercikkan air Menghempas di atas batu hitam Merintih menikam sepi pagi
Diterpa angin dingin bukit ini Seperti mengisyaratkan doa Rahasia alam diam di sekitarnya
Setiap kali ku panggili namaMu Namun selalu saja hanya gema suaraku yang terdengar rindu
Gadis manis duduk di sebelahku Menyematkan kembang di saku bajuku Dan bercerita tentang sepasang burung Yang bercumbu di atas dahan
Selalu kuteriakkan kata "Di mana?" Tetapi rindu tetap bergayut di dada Selalu kuteriakkan kata "Di mana?"
Dan berkaca di atas air Kulihat wajahku letih dan tua Tapi aku berusaha tertawa Anggap hidup hanya sandiwara yang kan berakhir segera |